Home / Luwu Timur / PT.VALE

Jumat, 15 Oktober 2021 - 08:17 WIB

PT Vale Serahkan Lahan Hasil Rehabilitasi Hutan

  Dibaca Sebanyak : 197 Orang

Sawerigading News – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menyerahkan lahan rehabilitasi hutan dan Daerah
Aliran Sungai (DAS) seluas 90 hektar (ha) ke Kementerian Lingkungan Hidup dan
Kehutanan (KLHK), Selasa (12/10/2021).
Serah terima kewajiban rehabilitasi hutan dan Daerah Aliran Sungai (DAS)
dilaksanakan di Jakarta.

Lahan yang diserah terimakan berada di Lahan kritis
kawasan hutan lindung, di Desa Kawata dan Desa Ledu-Ledu, Kecamatan
Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur.
CEO/Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk, Febriany Eddy melakukan serah terima ke Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya.

PT Vale Indonesia menjadi salah satu perusahaan pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) yang telah menyerahkan hasil rehabilitasi hutan.

Hasil rehabilitas hutan ini telah dinyatakan memenuhi kriteria keberhasilan tanaman,
sehingga layak untuk diserah terimakan kepada pemerintah dalam hal ini
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

CEO PT Vale Indonesia Tbk, Febriany Eddy mengatakan, serah terima lahan hasil
rehabilitasi hutan dalam rangka pemenuhan kewajiban perusahaan dalam
penggunaan kawasan hutan, dimana pemegang IPPKH harus melakukan dua
kewajiban yaitu terkait dengan reklamasi hutan bekas tambang dan rehabilitasi
Daerah Aliran Sungai (DAS).

“Perseroan sangat komitmen pada rehabilitasi lahan dan Daerah Aliran Sungai
(DAS) serta menjaga biodiversitas. Untuk itu, perseroan terus melakukan
rehabilitasi pada sejumlah lahan pasca tambang, demi menjaga keberlanjutan
ekosistem dikawasan hutan areal operasional tambang,” katanya.

Febriany Eddy menuturkan, jika serah terima lahan rehabilitasi DAS bukan kali
pertama dilakukan oleh PT Vale Indonesia Tbk.

Kegiatan ini sudah pernah dilakukan pada 2019 dengan penyerahan lahan rehabilitasi DAS seluas 74 hektar di Desa
Lampia, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan ke Kementerian LHK.

“Setelah penyerahan lahan rehabilitasi hutan dan DAS seluas 90 hektar, rencananya perseroan akan menyerahkan lagi lahan seluas 30 hektar di akhir
tahun 2021 dan 10.000 hektar di tahun 2024,” tuturnya.

Sebagai wujud komitmen menjaga pelestarian lingkungan, PT Vale Indonesia Tbk memaksimalkan lahan seluas 2,5 hektar menjadi kebun pembibitan modern yang memproduksi 700.000 bibit per tahun untuk merehabilitasi 100 hektar lahan pasca tambang.

Selain fokus pada rehabilitasi DAS, PT Vale Indonesia Tbk juga melakukan kegiatan reklamasi pasca tambang.

“Akumulasi lahan yang telah direhabilitasi hingga 2020 seluas 3.021,44 hektar, dari jumlah tersebut sebanyak 24.022 batang pohon Eboni yang ditanam untuk
program konservasi Eboni. Sekitar 40% peningkatan komposisi tanaman lokal
perintis pada aktivitas revegetasi,” jelas Febriany Eddy.

Sementara itu, Menteri LHK Siti Nurbaya menyampaikan apresiasinya pada
korporasi yang memiliki komitmen tinggi pada pengelolaan hutan khususnya lahan bekas tambang dan DAS.

“Terima kasih kepada leaders korporasi atas kerja keras di tengah berbagai kesulitan dan kondisi yang cukup berat, masa-masa sulit Covid-19 dan saya mendorong para bisnis leaders yang masih memiliki kewajiban merehabilitasi DAS,
mari kita selesaikan kewajiban kita bersama untuk kesejahteran masyarakat dan kelestarian lingkungan,” kata Menteri LHK Siti Nurbaya saat memberikan sambutan pada serah terima hasil pekerjaan rehabilitasi hutan dari pemegang IPPKH ke
pemerintah, Selasa (12/10).

Keberhasilan penanaman dalam rangka kewajiban rehabilitasi DAS oleh pemegang IPPKH itu dievaluasi secara terpadu oleh tim penilai yang terdiri atas unsur Balai Pengendalian DAS dan Hutan Lindung, Dinas Provinsi yang membidangi Kehutanan,
dan pemangku/pengelola kawasan.

KLHK mengapresiasi pemegang IPPKH yang baru saja melakukan serah terima tersebut, mengingat reklamasi hutan bekas tambang adalah upaya untuk memulihkan, memperbaiki, dan meningkatkan kemampuan dan fungsi DAS sebagai penyangga kehidupan. Rehabilitasi DAS adalah penanaman di dalam dan di luar
kawasan hutan oleh pemegang IPPKH untuk percepatan rehabilitasi hutan dan
lahan dengan sumber dana non-APBN/APBD. (Sawerigading News)

Share :

Baca Juga

Luwu Timur

Ditengah Pandemi Virus Corona, Disdukcapil Lutim Tetap Layani Warga Secara Online

Luwu Timur

Sinergitas FUIB,PERSAMIL,BAZNAS Dan Pemda Luwu Timur Dalam Mensosialisasi Himbauan MUI

DPRD Luwu Timur

Fraksi-fraksi DPRD Apresiasi Pengelolaan Keuangan Pemkab Luwu Timur

Luwu Timur

Husler Resmikan Alat Kesenian Jawa “Eko Budoyo” Di Desa Lera

COVID-19

PTPN XIV Salurkan Bantuan APD Untuk Tenaga Medis RSUD I Lagaligo Luwu Timur

Luwu Timur

Dinkes PPKB Sidrap Studi Tiru di Kampung KB Pongkeru Lutim

Luwu Timur

Dukung Pelestarian Terumbu Karang di Pesisir Laut Malili, PT Vale Sediakan Fasilitas Media Transplantasi

COVID-19

Kapolsek Burau Pantau Posko GTPP Covid 19 di Batas Kab. Luwu Timur Dengan Kab. Luwu Utara