Home / KESEHATAN / Luwu Timur

Jumat, 4 Juni 2021 - 21:50 WIB

Dinkes Luwu Timur Optimalkan Tracer Kemitraan Cegah Penyebaran Covid-19

  Dibaca Sebanyak : 51 Orang

Sawerigading-news.com, Luwu Timur – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Kesehatan melaksanakan pelatihan peningkatan kapasitas Tracer Kemitraan Tingkat Puskesmas se Kabupaten Luwu Timur. Pelatihan Tracer Kemitraan resmi dibuka Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Pemerintahan, dr. April, di Aula Hotel I Lagaligo Kecamatan Malili, Jumat (04/06/2021).

Peserta Tracer Kemitraan dalam kegiatan ini terdiri dari para Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kader Kesehatan, Tokoh masyarakat dan Relawan yang berjumlah 68 orang. Pelatihan ini terlaksana 3 gelombang, 4-6 Juni 2021 dengan tujuan agar jumlah peserta tidak padat dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, Alfrida Lembang mengatakan, Pelatihan Tracer Kemitraan ini melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan selaku narasumber yakni Agus Salim Makka dan dari Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Makassar, DR. A. Mansur Sulolipu, SKM, M.ks.

Tujuannya, kata Alfrida, untuk meningkatkan kapasitas Tracer Kemitraan dalam pelaksanaan pelacakan, karantina dan isolasi kasus Covid-19 dalam rangka percepatan pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Kabupaten Luwu Timur.

Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Pemerintahan, dr. April mengatakan, masa pandemi Covid-19 saat ini masih menjadi momok sehingga perlu dikenali lebih jauh agar dapat dicegah dan dikendalikan. Apalagi dengan hadirnya varian baru yang lebih berbahaya maka kewaspadaan harus ditingkatkan.

“Meskipun kasus Covid-19 di Kabupaten Luwu Timur terus menurun, kata dr. April, Namun kewaspadaan harus tetap ditingkatkan. “Jumlah kasus di Luwu Timur tinggal 4 kasus. Meskipun begitu, kita tetap harus fokus dan waspada agar lingkungan kita tetap aman. Peranan Tracer Kemitraan harus tetap semangat melaksanakan tugas mulia ini,” katanya.

Lanjut dr April, pelatihan peningkatan kapasitas Tracer Kemitraan ini merupakan salah satu upaya untuk mengoptimalkan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan melibatkan lintas sektor dan masyarakat. “Meskipun Luwu Timur sudah zona kuning, bukan berarti kita lengah, apalagi masih ada wilayah di Sulsel yang zona orange. Ini perlu diwaspadai para tracer kita, utamanya orang yang datang berkunjung ke Luwu Timur,” ungkapnya.

Kedepan, kata dr. April, kualitas para Tracer Kemitraan harus terus ditingkatkan agar lingkungan dan wilayah Luwu Timur tetap aman dan sehat. “Mencegah lebih baik daripada mengobati,” tutupnya. (hms/ikp/kominfo)

Share :

Baca Juga

Luwu Timur

Gubernur Sulsel Peringati Malam Nuzulul Qur’an di Luwu Timur

Luwu Timur

Gandeng BPJS, Program Jaminan Kesehatan Masyarakat di Luwu Timur Terus Berlanjut

Luwu Timur

Diskominfo Lutim Ikut Seminar Online Bertajuk “Bangga Buatan Indonesia” Oleh Kemkominfo RI

Luwu Timur

Husler Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Baburahman Timampu

DPRD Luwu Timur

Temu Konstituen di Mahalona, Usman Sadik Siap Kawal Usulan Masyarakat

Luwu Timur

HAB ke 75, 18 ASN Kemenag Lutim Terima Satya Lencana Karya Satya

KESEHATAN

Serius Menanggapi Virus Corona, Ini Tindakan PEMKAB Luwu Timur

Luwu Timur

Pemkab Luwu Timur Dorong Kecamatan Towuti Jadi Sentra Komoditi Padi.